Posted by: mazagung on: December 16, 2008
Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dede ‘Macan Effendi’ Yusuf tak henti-hentinya membuat terobosan. Terobosan terbaru yang dilakukannya adalah di bidang energi alternatif.
Dia mendorong agar Jabar menjadi sentra singkong raksasa yang akan dijadikan bahan baku bio etanol.
”Singkong varitas unggul bisa berproduksi empat kali lipat dibanding singkong biasa,” ujarnya ketika panen perdana singkong raksasa varitas Darul Hidayah di Desa Sirnasari, Kecamatan Pabuaran, Kab Sukabumi, Selasa (16/12).
Dalam acara itu, hadir Ketua Umum Dekopin Adi Sasono dan direksi PT Biofuel Bigcassava Hidayah dan Bank BNI Syariah sebagai pihak investor.
Singkong raksasa yang dibudidayakan di Jabar tersebut selanjutnya diproses menjadi bahan energi alternatif pengganti BBM (bahan bakar minyak). Pabrik pertama bio etanol didirikan di Kecamatan Sukaraja, Kab Sukabumi.
Menurut aktor dan bintang iklan ini, singkong yang sangat dikenal oleh masyarakat Indonesia adalah jenis umbi-umbian yang mudah ditanam dan tidak ada persoalan dengan bahan baku.
Singkong varitas contohnya. Menurut dia, singkong biasa biasa rata-rata 30 ton per hektare. Namun varitas singkong raksasa bisa mencapai 102 ton per hektare.
Harga jualnya Rp 200-Rp 500 per kilogram. Adapun biaya investasi per hektare Rp 3 juta.
”Dengan singkong raksasa, penghasilan per hektare bisa Rp 20 juta sampai Rp 50 juta dalam waktu sepuluh bulan musim tanam,” jelas Dede.
Dia minta petani dan orang desa tidak malu menanam singkong. Sebaliknya harus bangga karena singkong bias menyelamatkan devisa negara dan menciptakan lapangan kerja.
”Saya ini juga anak singkong, keluarga saya lahir dari desa di Ciamis,” ucapnya.
Wagub mendorong produksi singkong raksasa karena bisa menunjang konversi minyak tanah ke bio etanol. Perbandingannya, 5 liter minyak tanah bisa dikonversi dengan satu liter bio etanol.
”Minyak tanah selain digantikan gas, dalam jangka panjang harus digantikan bio etanol dari singkong karena bisa diproduksi di mana saja. Ini adalah strategi jangka panjang menghapus ketergantungan Indonesia terhadap BBM,” tegas Dede.
Bio etanol dari songkong sangat ramah lingkungan. Selain itu bisa menggerakan perekonomian rakyat di pedesaan.
“Proyek singkong raksasa yang difasilitasi Dekopin ini dapat menyerap lapangan kerja di desa sehingga mengurangi urbanisasi dan meningkatkan pendapatan petani,” jelasnya
>>> Demikian diberitakan di MyRMNews.com
Albeo theme by Design Disease
anda.bicara