TRI SOEKARNO AGUNG

(Interview) Taufik Kiemas Jualan Ideologi Bareng Surya Paloh

Posted by: mazagung on: December 13, 2008

“Bahkan ada yang bilang, kalau PKS sama PDI Perjuangan bersatu, dua-duanya sekarang berada di tengah. PDI-P dari kiri ke tengah, PKS dari kanan (partai Islam) ke tengah (nasionalis)”.

Hari Kamis sore (11/12) kemarin saya tak sengaja bisa bertemu dengan Taufik Kiemas, Ketua Dewan Pertimbangan Pusat DPP PDI Perjuangan yang juga suami dari Megawati Soekarnoputri di SPBU miliknya di Pejompongan, Jakarta Pusat.

"Orang Kuat di Samping Mega"

"Orang Kuat di Samping Mega"

Awalnya saya cuma mau ngobrol sama Mas Helmi Fauzi, dari Megawati Institute. Kebetulan, Pak TK lagi tidak ada tamu sehingga saya diajak masuk ke ruangannya. Di sore itu, banyak hal yang kami bertiga obrolkan, sebelum datang menyusul Mas Putut (Wapemred GATRA sekaligus Caleg PDIP) dan Pak Daryatmo, Ketua DPP.

Berikut kutipan wawancara yang BUKAN off the record yang bisa saya tulis:

Rabu malam (10/12) Anda dan Ibu Mega bertemu langsung dengan Ketua Dewan Penasihat Partai Golkar Surya Paloh. Sepertinya sangat intensif. Ada agenda apa?

Nggak ada apa-apa. Itu cuma kebetulan. Silaturahmi biasa saja. Pak Surya Paloh itu sudah seperti abang sendiri. Sudah lama nggak ketemu juga.

Masa sekedar kangen-kangenan saja?

Mbak Mega kan malamnya diundang di acaranya Mas Andi F. Noya (Kick Andy, Red). Itu kan di studionya Metro TV. Masak yang punya (Surya Paloh, Red) nggak mau menyambut. Bener nggak. Hahaha…

Apa pertemuan dengan Surya Paloh bicara soal koalisi Golkar-PDI Perjuangan?

Nggak ada, tuh. Kita ngobrol biasa. Asyik-asyik saja. Bang Surya dan saya punya pandangan saya tentang ideologi. Itu penting karena kita sekarang ini kan sedang krisis ideologi.

Ideologi yang mana?

Pancasila. Kita bicara dulu ideologi, gimana negara ini harus kuat. Rakyatnya adil dan makmur. Baru nanti bicara pemilu dan pilpres. Seperti yang saya bilang, Indonesia ini dalam bahaya. Krisis ideologi. Kalau kita biarkan, mau jadi apa. Sederhana saja, save our nations. Baru bicara politik praktisnya.

Artinya, Golkar dan PDI Perjuangan bisa satu ideologi?

Lha, iya. Golkar dan PDI Perjuangan sama-sama prihatin, kenapa Pancasila sekarang banyak ditinggalkan. Kita sama punya pandangan. Ini yang harus disatukan sehingga bisa menjadi kekuatan besar menjaga NKRI. Siapa sih yang mau negara ini hancur. Tidak ada. Makanya, kita harus jaga benar-benar. Sekarang kan tidak. Kedaulatan kita sudah terancam. Banyak pulau hilang dicaplok negara lain. Ekonomi kita ditindas IMF. Kita selalu utang ke luar negeri, sementara petani sulit mendapat pupuk.

Golkar dan PDI Perjuangan berarti sudah mengerucut untuk “kawin politik”?

Partai mana yang sekarang paling besar. Golkar kan. PDI Perjuangan nomor dua. Kalau dua kekuatan ini digabungkan, sama-sama menjunjung ideologi NKRI dan Pancasila, bangsa ini akan menjadi sangat kuat. Tidak disetir asing. Tapi bukan berarti partai lain kita tinggalkan.

Justru ide koalisi Golkar-PDI Perjuangan dinilai hanya manuver politik individu, antara Anda dan Surya Paloh?

Nggak, dong. Saya kan bawa PDI Perjuangan. Bang Surya Paloh juga begitu, bawa Golkar.

Di Golkar sendiri terpecah soal ajakan koalisi dengan PDI Perjuangan.

Memang ada friksi. Gampang saja. Tinggal kita ajak bicara ideologi ini baik-baik. Golkar menurut saya solid kok. Tunggu waktu saja. Akhir Desember ini, PDI Perjuangan dan Golkar akan membuat forum dengan mengundang 26 bupati/walikota se-Jawa Barat dalam rangka konsolidasi ini.

Bagaimana dengan cawapres untuk Megawati?

Tunggu saja. Januari nanti kan ada Rakernas PDI Perjuangan. Semua masih digodok. Banyak memang nama yang muncul. Bisa saja dengan Sultan, mungkin juga Pak Hidayat (Hidayat Nur Wahid/PKS, Red) atau juga Mas Prabowo (Prabowo Subianto/Gerindra, Red). Nanti tinggal ditentukan siapa yang dipilih Mbak Mega.

Syaratnya?

Satu, ideologinya harus sama. Pancasila dan NKRI. Itu harga mati. Kedua, nanti tunggu hasil survei, siapa tokoh yang populer yang layak mendampingi Mbak Mega. Dari situ kita tahu, rakyat maunya siapa.

PDI Perjuangan juga akan merangkul PKS?

Semua kita ajak bicara. Saya sudah bicara juga dengan Pak Tifatul (Tifatul Sembiring/Presiden PKS, Red). Bahkan ada yang bilang, kalau PKS sama PDI Perjuangan bersatu, dua-duanya sekarang berada di tengah. PDI Perjuangan dari kiri ke tengah, PKS begitu juga dari kanan (partai Islam) ke tengah (nasionalis).

Tapi popularitas PDI Perjuangan sendiri menurut survei anjlok.

Kita masih punya massa tradisional yang solid mendukung PDI Perjuangan. Kita nggak khawatir. 20 persen suara tetap akan tercapai. Rakyat sudah tahu, kok. Sembako di mana-mana mahal, BBM mahal, ke dokter mahal, sekolah mahal. PDI Perjuangan memperjuangkan itu semua agar rakyat bisa merasa adil dan makmur. Jangan sudah sulit, rakyat dibikin sulit lagi. Itu salahnya pemerintah sekarang yang terlalu tunduk sama asing. Tidak bisa mandiri.

Di Pemilu 2009, berapa dana kampanye PDI Perjuangan?

Menang pemilu tidak harus harus pakai uang, mas. Banyak dana dikeluarkan buat iklan dan sebagainya, kalau memang rakyat tidak suka dan tidak memilih, mau bilang apa. PDI Perjuangan tidak uang besar. Untuk bikin spanduk dan poster saja patungan. Inilah semangat yang harus diangkat, gotong-royong sesuai Pancasila. Tak punya uang banyak, tapi PDI Perjuangan tetap yakin menang. ***

Leave a Reply

pilah.pilah

pilihan.lain

lihat.tanggal

December 2008
M T W T F S S
« Nov    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

tamu.melihat

  • 39,804 hits since 18 Mei 2008