TRI SOEKARNO AGUNG

Kisah Akbar Menjemput Mega

Posted by: mazagung on: December 12, 2008

Mereka Bicara Mega

Mereka Bicara Mega

Calon Presiden (Capres) Megawati Soekarnoputri merasa tersanjung oleh orang-orang yang menulis tentang dirinya di buku “Mereka Bicara Mega”. Buku bersampul merah, di mana Mega tampak ayu dengan kerudung dan kebaya merah itu bukan semata-mata biografi Ketua Umum PDI Perjuangan.

Buku Mereka Bicara Mega merupakan kumpulan artikel dari 38 tokoh nasional dengan beragam latar belakang. Sesuai judulnya,  mereka membuat penilaian terhadap sosok putri proklamator Bung Karno tersebut.

Tidak main-main, tokoh sekaliber Ahmad Syafii Ma’arif, Akbar Tandjung, Amien Rais, Prabowo Subianto, Salahuddin Wahid, Jalaludin Rahmat, Khofifah Indar Parawansa, Alwi Shihab, Rokhmin Dahuri, Ahmad Sumargono, dan Malik Fadjar ikut berkonstribusi. Malah, Hasyim Muzadi dan Din Syamsuddin yang diberi porsi memberikan kata pengantar tak kuasa menahan diri untuk tidak ikut berkomentar.

“Itu bagian dari kejutan yang diberikan teman-teman, mungkin karena jengkel. Soalnya, saya memang paling malas diminta untuk menceritakan diri sendiri,” ungkap Mega dalam launching buku itu di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat sore (12/12).

Sementara itu, Pramono menyatakan, banyak hal menarik yang terungkap dalam buku tersebut. Misalnya, kisah Akbar dengan Mega sewaktu keduanya masih remaja.

“Ternyata, saat SMP, Bang Akbar sering menjemput Ibu Mega untuk les bahasa Inggris,” ujarnya yang langsung disambut tawa hadirin.

Dalam tulisannya, Akbar memang menceritakan bahwa dirinya dan Mega duduk di SMP yang sama, yaitu SMP Cikini, Jakarta Pusat. Meskipun Mega berstatus anak presiden yang terikat protokoler, ungkap dia, mereka tetap menjaga jalinan komunikasi. Misalnya, Akbar hadir di acara ulang tahun Mega meskipun tidak diundang.

Pada 1970-an, selepas SMP, mereka sama-sama mengambil kursus bahasa Inggris di Lembaga Indonesia Amerika (LIA).

“Bahkan, saya pernah mengantarnya pulang setelah kursus. Artinya, kami telah menjalin hubungan silaturahmi sejak masih muda,” curhat Akbar dalam tulisannya.

1 Response to "Kisah Akbar Menjemput Mega"

Saya sudah beli buku biografi:

Gus dur, amien rais, rizal ramli, Mega, Akbar tanjung, SBY

dari buku yang saya baca pertama, kedua ternyata ada benang merah dari sejarah walaupun tidak menutup kemungkinan adanya hiperbola dari tokoh-tokoh yang ditulis.

so far… bagus. sehingga karya tulis indonesia menjadi berkembang dan kita bisa mengenali tokoh2 kita dan menghargai.

Salam Kenal.

Leave a Reply

pilah.pilah

pilihan.lain

lihat.tanggal

December 2008
M T W T F S S
« Nov    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

tamu.melihat

  • 37,975 hits since 18 Mei 2008