Posted by: mazagung on: November 22, 2008
Lagi-lagi almarhum Jenderal Besar Soeharto disanjung-sanjung. Penguasa Orde Baru itu minggu-minggu ini memang kembali menjadi “newsmaker” alias biang kerok berita-berita heboh. Dia kini diperlakukan selayaknya Pahlawan Nasional. Muncullah kembali apa yang disebut dengan “Syndrom SARS”.
Tidak di koran tidak di telepisi, eh, televisi. Di radio bahkan juga di milis-milis hingga merambah blogging, Soeharto masih saja jadi buah bibir (syukur2 nggak sampe bibirnye jontor, hehehe…)
Soeharto, Suharto, dan Pak Harto. Nama besar yang pernah menjadi orang berkuasa 30 tahun di negeri Loh Jinawi ini bahkan sudah “dianggap” Pahlawan Nasional oleh Kyai Haji Syekh Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.
Bukan Gus Dur, kan, kalo nggak bikin kontroversi. Menurutku, mulut Gus Dur itu ember. Pedas. Ketus. Tapi juga kadang-kadang jenaka. Banyak humor yang terlontar yang sering kali, kalo aku lagi liputan wawancara dengan do’i, suka dibikir gerr sendiri. Pemikirannya memang sering jauh dari nalar ku juga. Hehehe…
Kembali soal Soeharto. Cucu pendiri NU (KH Hasyim Asy’ari) itu tadi pagi (Sabtu, 22/11) saat menjadi tamu acara “Kongkow Bareng Gus Dur” di Kedai Utan Kayu, Jakarta Timur, berseloroh dan bikin heboh lagi.
Bekas Presiden RI ke-4 tersebut mengatakan bahwa Pak Harto sebagai seorang pahlawan dan wajar ditampilkan dalam iklan politik Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang menggemparkan itu.
“Kita mau senang atau enggak. Dia sudah pahlawan nasional,” tukas Gus Dur.
Entah guyon atau serius, rupanya Gus Dur juga sedang “narsis” dengan isu Soeharto yang muncul tiba-tiba dalam 2 minggu belakangan ini. Kalau itu candaan, ya, wajar saja. Mungkin Gus Dur juga tengah terkena sindrom SARS, alias SANGAT AKAN RINDU SOEHARTO di tengah krisis yang membuat wong cilik semakin paceklik.
Hahahaha…. cuma itu aja yang bisa dikomentari dari komentar Gus Dur soal “Kepahlawananan” untuk Pak Harto. Cukup!
November 23, 2008 at 3:52 pm
Semasa hidup banyak yang ngomongin….sampe dah ga di dunia masih aza banyak yang comment…wakakakkk…
Tapi denger-denger dulu sempet ditolak waktu mau dimakamin di Imogiri…karna dianggap bukan keturunan raja”…Akhirnya diterimanya di SoLo….
Tapi mas, bahasannya berat-berat banget sich….Thx dah mampir bLog Q…saLam kenal juga yuph….