Posted by: mazagung on: November 20, 2008
PDI Perjuangan rupanya gerah juga dengan hasil temuan baru Lembaga Survei Indonesia (LSI).
Dalam rilis survei terbarunya 16 November lalu, posisi PDIP terlempar keurutan 3 setelah disodok Partai Demokrat. Padahal, survei yang sama pada bulan Juni 2008, partai banteng ini masih bercokol di nomor wahid dengan tingkat popularitas 24 persen. Kini, PDIP merosot menjadi 14,9 persen.
Ternyata, poin penting yang membuat PDIP turun drastis adalah sosialiasi program maupun figur Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum melalui iklan politik di media massa, khususnya tv, sangatlah minim.
Iklan politik ‘modern’ PDIP nyaris tak ada. Kalah pamor dengan iklan politik Partai Demokrat maupun Partai Gerindra. Dua partai itu mengusung tokohnya, Susilo Bambang Yudhoyono (PD) dan Prabowo Subianto di pihak Gerindra.
PDIP sepertinya menyadari kekurangan itu. Selama ini, partai berbasis nasionalis itu begitu percaya dengan iklan melalui media konvensional. Spanduk, baliho, famplet hingga bagi-bagi sembako.
Nah, Kamis ini (20/11), PDIP muncul membuat kejutan. Iklan nyaris satu halaman tampil begitu mencolok di halaman dalam koran nasional. Iklan berwajah Mega tengah tersenyum itu rilis PDIP melalui konsultan politiknya, Citra Publik Indonesia.
“Program 100 Hari PDI Perjuangan dan Megawati, Perjuangkan Sembako Murah melalui 6 Kebijakan,” begitu tema yang diangkat dalam iklan tersebut.
Sembako murah yang dimaksudkan disitu adalah kenaikan harga sembako tidak melampaui kenaikan pendapatan masyarakat. PDIP pun tak sekedar berjanji. Dalam iklannya, mereka juga menyajikan fakta berdasarkan data BPS maupun Riset Nasional Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA.
“Dukungan Anda terhadap PDI Perjuangan dan Megawati di tahun 2009 menjadi syarat berhasilnya Program Harga Sembako yang terjangkau,” demikian kalimat penutup iklan itu.
December 23, 2008 at 6:55 pm
masalahnya bukan cuma sembako buu!