Posted by: mazagung on: November 20, 2008
PKS cukup berlapang dada dihujat kanan-kiri.
Menyusul kontroversi iklan politik PKS seri Hari Pahlawan yang menampilkan wajah Soehato, partai berlogo dua bulan sabit ini menjadi sasaran tembak lawan-lawan politiknya.
Begitupun saat PKS mengundang keluarga Cendana, Titiek Soeharto, dalam acara dialog antar keluarga Pahlawan Nasional di JCC, Rabu (19/11).
PKS pun dituding sedang merangkul Cendana untuk kepentingan kampanye politiknya. Tapi, isu miring ini langsung dibantah secara elegan.
“PKS tidak mau mengadili sejarah, kami belajar dari sejarah, mengambil yang baik-baik, teladan dan panutan dari para tokoh bangsa,” tandas Presiden PKS Tifatul Sembiring dalam sambutannya.
Soal tudingan PKS memainkan isu “Soeharto” dalam kampanye politiknya, Tifatul meluruskan.
“Tolong dicatat, PKS bukan kroni dari kelompok manapun. Kami tidak ada kolusi, tidak ada korupsi. Bukan pula cari dana untuk kampanye. Ini acara yang dibungkus silaturahmi,” tegas Tifatul.
PKS mengingatkan, sebagai anak bangsa janganlah mengembangkan sifat dan sikap saling menjatuhkan. Jangan pula perkeruh suasana politik dengan cara-cara licik dan selalu lempar batu sembunyi tangan.
Note: Berita ini telah dimuat di MyRMNews.com (Rabu, 19/11).
anda.bicara