Posted by: mazagung on: November 11, 2008
Wajah Soeharto yang nongol di iklan politik Partai Keadilan Sejahtera (PKS) seri Hari Pahlawan terus jadi omongan orang. Sampai-sampai kini muncul isu tak sedap, bahwa PKS tengah merapat ke Cendana. Anak-anak almarhum penguasa Orde Baru itu juga kabarnya sedang dilobi untuk menjadi ‘dewan pakar’ PKS.
Kontroversi iklan itu muncul setelah Soeharto diposisikan seolah telah menjadi pahlawan bagi bangsa ini. Padahal, kata Ipang Wahid, bukan itu pesannya.
“Tolong jangan sepotong-potong melihat iklan itu. Kami mendisain iklan komunikasi politik PKS tersebut merupakan bagian dari serial 100 tahun Kebangkitan Nasional,” papar konsultan komunikasi politik dari FastComm yang menggarap iklan PKS tersebut kepada myRMnews, siang ini (Selasa, 11/11).
Ipang menjelaskan, pesan iklan PKS adalah melepaskan bangsa ini dari sekat-sekat pemikiran yang sempit. Indonesia adalah bangsa besar. Founding father melahirkan bangsa ini, toh, bukan untuk terkotak-kotak, melainkan persatuan dalam kesatuan.
“Pesannya jelas, mengapresiasi para guru bangsa dan pahlawabn bangsa. Karena PKS merupakan domain anak muda, tentu ini menjadi momen bagi kita semua untuk tidak lupa akan sejarah. Soeharto, meski dianggap punya dosa, tetap punya jasa yang besar bagi bangsa ini. Beliau adalah guru bangsa kita,” papar putra tokoh NU, Solahuddin Wahid alias Gus Solah ini.
Soal kontroversi iklan PKS tersebut, Ipang menanggapi santai.
“Biarin aja komentari. Baguslah kalau begitu. Intinya iklan politik kan membangun imej. Kalau banyak diomongin orang, tentu imej nya bisa terangkat. Gak apa-apa,” tandasnya.
November 23, 2008 at 10:18 pm
nah gitu dong pola pikirnya, jangan kayak orang merasa “cerdas” kebakaran kecerdasan hanya mikirin iklan, kacian deh loo…..!