Posted by: mazagung on: July 21, 2008
Guru bantu dan honorer mengancam tidak akan memilih lagi anggota DPRD yang tidak memperjuangkan nasib mereka pada Pemilu 2009.
Seruan bernada ancaman ini disampaikan anggota Forum Guru Bantu Dani kepada wartawan saat gelar aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (21/7) sore.
“Dewan gombal dan hanya diam seribu bahasa. Janjinya mau bikin pansus, tapi sekarang tak ada realisasinya. Akibatnya, 6.680 guru Bantu terbengkalai,” ujar dia.
Dengan nada kesal dia mengatakan para guru bantu dan honorer tidak akan memilih anggota DPRD yang hanya bisa mengobral janji.
“Kita sudah inventarisir ada 75 nama anggota dewan yang ada di DPRD DKI Jakarta yang tidak akan dipilih lagi karena tak memperjuangkan nasib kami,” tegas Dani.
Ketika ditanyakan apakah para guru bantu akan mengambil sikap golput, ia mengatakan para guru bantu akan bersikap proposional hak pilihnya.
“Tentunya kita ikut gunakan hak suara, tapi kalau dewan sekarang mencalonkan lagi tak akan kita pilih,” ungkapnya.
Dalam aksi tersebut, puluhan guru bantu menggelar spanduk besar bertuliskan “Pemda DKI dan DPRD hati nurani mu sudah mati”, “ Honor kami selama tujuh bulan belum dibayarkan”, dan “Kesra kami tujuh bulan belum dibayarkan, tunjangan fungsional enam bulan belum dibayar juga”. [dry]
anda.bicara