Posted by: mazagung on: July 19, 2008
Pemilihan Umum (Pemilu) 2009 harus banyak menampilkan wajah-wajah baru.
Karena itu, kaum muda yang dinamis dan progresif didorong untuk maju ke depan sebagai calon-calon pemimpin nasional. Sementara kaum tua, harus legowo dan memposisikan diri sebagai orang bijak saja.
“Sekarang ini kesempatannya. Orang tua sudah pada letoy, biarkan kami ini yang muda-muda memimpin sehingga bangsa ini lebih progresif dan dinamis dalam menyongsong masa depan,” kata politisi muda dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fachri Hamzah dalam acara “Seri Diskusi Politik PKS Menuju Pemilu 2009”, di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Rabu siang ini (16/7).
Dalam diskusi bertema ‘Mencari Pemimpin Baru Indonesia’ itu, Fachri juga menyebutkan bahwa musuh sebenarnya kaum muda adalah pemimpin “Fir’aun”. Kata wakil sekjen PKS ini, pemimpin “Fir’aun” adalah pemimpin yang justeru mematikan peran dan progresivitas anak-anak muda.
“Fir’aun adalah pemimpin yang punya mimpi besar. Tapi suatu ketika bermimpi, ada bayi yang akan menjadi penghalangnya. Karena itu, semua bayi laki-laki yang lahir dia habisi semua,” papar Fachri mencontohkan.
Di Indonesia, selama Orde Baru peran kaum muda juga banyak diberangus karena saat itu Soeharto sangat berkuasa.
“Jangan sampai Pemilu 2009 nanti melahirkan pemimpin Fir’aun,” pungkasnya. [iga]
anda.bicara