Posted by: mazagung on: July 19, 2008
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kubu Muhaimin Iskandar merasa semakin di atas angin setelah Mahkamah Agung (MA) menolak kasasi PKB versi Gus Dur.
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar ketika ditemui di sela peluncuran buku Heru Lelono “Polytikus Harus Dibasmi” di markas Gerakan Indonesia Bersatu di Jalan Wijaya IX, Jakarta Selatan, Sabtu siang ini (19/7) mengaku gembira.
Ia, dan tentunya orang-orang dikubu PKB Ancol menyambut baik atas keputusan MA yang menolak kasasi yang diajukan kubu Yenny Wahid dkk.
Cak Imin mengatakan, bagi pihak-pihak yang akan merusak PKB juga harus bisa menghormati putusan MA tersebut.
“Memang ada kelompok perusak di PKB. Mereka tidak akan kami sertakan dalam konsolidasi,” tegas Cak Imin.
Wakil Ketua DPR itu menyebut ada empat orang yang menjadi perusak PKB selama ini. Siapa dia, Cak Imin tak mau mengungkapkan, meskipun hanya inisialnya saja.
“Anda tahu sendirilah,” tukasnya.
“Apa termasuk diantaranya adalah Gur Dur?” tanya myRMnews.
“Gus Dur tidak termasuk dalam kelompok itu,” tegas Muhaimin yang juga ponakan Gus Dur ini. [iga]
mohon….tidak saling menyalahkan. pendapat anda tentang gusdur merupakan hak anda,tapi anda harus tahu bahwa selain menggunakan hak anda jga berkewajiban utyuk menghormati orang lain termasuk di sini gusdur dan para pecintanya. kalau memang benar di sini dalam konflik PKB gusdur bersalah dalam menga,mbil tindakan polotik akan lebih baik jika gusdur memberi contoh pada anak-anaknya bagaimana menyelesaikan masalah tak bermasalah yang selama ini telah digariskan oleh ulama NU terdahulu. ingat garisperjuang PKB adalah menyebarkan kasih sayang Allah secara luwes,jangan kaku seperti orang-orangyang mengaku ISlam tapi justru merusak Islam,oke
July 23, 2008 at 8:26 pm
Saya salut dengan cak Imin.
PKB memang musti reformasi. Pikiran bahwa Gusdur adalah “dewa” sudah mesti di buang jauh-jauh. Sifat Gus Dur yang njelehi, ngalem, pengen di manja udah nggak cocok sekarang ini.
Cikal bakal PKB bermuara dari NU. NU didirikan oleh orang-orang besar.
Dan lembaga agama Islam terbesar di Indonesia.
Jangan sampai nama NU jadi rusak gara-gara konflik PKB.
Saya usulkan nama empat orang itu di tambah satu lagi menjadi lima yaitu dengan inisial GD.