TRI SOEKARNO AGUNG

Aneh, 6 Presiden Tak Saling Ngomong

Posted by: mazagung on: July 15, 2008

Peringatan 100 tahun M Natsir di gedung Mahkamah Konstitusi, pada Selasa (15/7) digunakan Wapres Jusuf Kalla untuk menyindir enam Presiden RI dan seorang capres 2009.

Kata Kalla, Indonesia sudah enam kali ganti presiden, anehnya antar presiden itu tak ada yang akur dan saling ngomong. Padahal cara seperti itu tidak mencerminkan kepemimpinan yang patut diteladani.

Menurut Kalla, harusnya pemimpin nasional kita mencontoh Natsir yang dinilainya memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat.

“Saat ini, sangat jarang ditemukan pemimpin kayak Natsir. Sekarang, kita punya enam Presiden diantara Presiden itu tidak ada saling ngomong. Bung Karno tidak bicara pada Soeharto, Soeharto tidak bicara pada Habibie, Habibie tidak bicara sama Gus Dur, Gus Dur tidak bicara pada Megawati, Megawati tidak bicara pada SBY,” sebut Kalla yang disambut tawa hadirin.

Selain itu, Kalla juga menyindir bekas Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra yang disebut-sebut sebagai ‘Natsir muda’. Padahal, Yusril juga hadir dalam acara tersebut.

“Partai Masyumi sudah dibubarkan tapi ada partai dengan tanda gambar seperti Masyumi sekarang banyak sekali. Nyatanya partai itu tidak bisa terlalu besar karena tidak ada sosok Natsir.Ya walaupun ada Hamdan Zoelva, juga Yusril Ihza Mahendra yang disebut-sebut calon Natsir muda,” sindir Kalla.

Kalla berpendapat, untuk menjadi Natsir tentu tak hanya sekadar membaca pikirannya lalu meniru. Sebab karakter seseorang itu datang dari dalam.

Selesai nyindir enam presiden dan satu capres, Ketua Umum Partai Golkar itu tak henti-hentinya memuji sosok Natsir yang pernah menjabat sebagai Perdana Menteri RI kelima (5 September 1950 sampai dengan 26 April 1951) itu.

Natsir, puji Kalla merupakan salah satu tokoh yang memiliki daya tarik tersendiri. Mungkin jika dibandingkan dengan politisi saat ini sosok Natsir bisa dianggap aneh.Tapi tokoh itu mempunyai nilai kesederhanaan yang tinggi.

“Natsir itu orang yang sederhana. Dari segi penampilan sangat sederhana, bahkan mengenakan baju yang ditambal. Natsir juga seorang tokoh yang arif dan intelektual. Pemahaman agama dan nasionalisme yang dimilikinya sangat tinggi,” tegasnya.

Tapi, Kalla yang juga pengusaha ini sempat mempertanyakan langkah Natsir yang bergabung dengan Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI). “Kenapa beliau tiba-tiba masuk PRRI padahal orangnya santun dan demokratis,” tanya Kalla.

Kendati begitu, Kalla mengatakan, Natsir bisa dijadikan sebagai panutan dan pelajaran untuk mengembalikan roh kepemimpinan. “Mudah-mudahan karakter yang kita pelajari bisa mengubah suasana kita. Pemimpin boleh berbeda pandangan tapi jangan jadikan perbedaan pandangan menjadi perbedaan pribadi,” ujar Kalla.

Leave a Reply

pilah.pilah

pilihan.lain

lihat.tanggal

July 2008
M T W T F S S
« Jun   Aug »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

tamu.melihat

  • 40,590 hits since 18 Mei 2008